Cara Menghitung Pajak Penghasilan PPH Pasal 21 Tahun 2018

Contoh cara menghitung pajak penghasilan PPH 21, 22,23,29/PPN bulanan serta tarif perhitungan pajak penghasilan perusahan, orang pribadi, karyawan dan profesional terbaru 2018 excel. Bagi Anda yang telah bekerja dan memiliki penghasilan tetap.

Cara Mudah Menghitung Pajak Penghasilan PPH 21

Anda tentu telah terbiasa dengan kewajiban untuk membayar pajak setiap bulannya. Pajak penghasilan pph 21 merupakan pajak wajib yang dikenakan bagi para pekerja dan telah memiliki penghasilan tetap setiap bulannya.

Cara Hitung PPH 21

Jumlah pajak yang harus Anda bayarkan setiap bulannya, tentu akan sangat tergantung pada besaran penghasilan (gaji) yang Anda dapatkan setiap bulannya. Semakin tinggi penghasilan Anda, maka akan semakin besar juga kewajiban pajak yang harus Anda penuhi setiap bulannya. Namun hal ini juga masih akan dihitung berdasarkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui DJP. PTKP 2016. Aturan ini tercantum pada daftar Peraturan Direktur Jenderal Pajak dengan Nomor PER-32/PJ/2015. Dalam ketetapan tersebut dikatakan dengan jelas bahwa PTKP mencakup penghasilan sebesar Rp 54.000.000,- per tahun atau setara dengan Rp 4.500.000,- per bulan untuk wajib pajak orang pribadi.

Jika melihat ketentuan di atas, maka jelas bagi Anda yang memiliki penghasilan di bawah atau sama dengan Rp 4.500.000 per bulannya dibebaskan dari pajak pph 21. Namun jika ternyata Anda memiliki penghasilan lebih dari Rp 4.500.000,- per bulan, maka Anda wajib menghitung dan membayarkan pajak pph 21 satu ini setiap bulannya sesuai dengan besaran penghasilan yang Anda miliki. Sangat penting bagi Anda untuk memahami cara menghitung pajak penghasilan pph 21 dengan baik, agar Anda bisa memenuhi kewajiban pajak Anda ini dengan tepat.

Contoh Perhitungan pajak pph 21

Di bawah ini adalah contoh menghitung Pajak Penghasilan Pasal 21 bagi wajib pajak yang menerima tunjangan pajak yang berarti bahwa gaji bersih yang didapat wajib pajak dihitung setelah dipotong oleh pajak.

Andi bekerja pada PT. ANC yang berstatus belum menikah dan tidak mempunyai tanggungan dengan memperoleh gaji bersih sebesar Rp 4.000.000,- per bulan. Sedangkan Andi memiliki kewajiban untuk membayar iuran pensiun sebesar Rp 55.000,- per bulan.

Berdasarkan kondisi di atas, maka perhitungan pajak pph 21 yang menjadi kewajiban Andipada bulan Desember 2016 adalah 0, sebab penghasilan yang bersangkutan masuk ke dalam kategori PTKP (di bawah Rp 4.500.000,- per bulan). Dengan besaran gaji di bawah PTKP, maka yang bersangkutan tidak memiliki kewajiban untuk membayar pph 21 setiap bulannya, namun memiliki kewajiban untuk tetap melaporkan SPT tahunannya.

contoh perhitungan pph 21

Pahami dengan baik sejak awal

Perhitungan pph 21 tentu akan sangat penting bagi Anda yang telah bekerja, itulah mengapa wajib bagi Anda untuk mengetahui cara menghitung pajak penghasilan pph 21 tersebut sejak awal. Meski pendapatan Anda berada di bawah PTKP, namun Anda akan tetap memiliki kewajiban untuk melaporkan SPT tahunan setiap tahunnya ke kantor layanan pajak. Hitung pajak Anda, bayarkan dan laporkan dengan baik setiap tahun. Jadilah wajib pajak yang baik, yang taat membayar dan melaporkan pajak Anda secara benar.

contoh perhitungan ppn

Perhitungan PPN

Pada umumnya, pajak ini akan dipungut / dipotong langsung oleh perusahaan tempat Anda bekerja, sebagaimana telah diatur di dalam ketentuan perpajakan tentang pajak penghasilan. Namun meskipun demikian, tentu sangat penting bagi Anda untuk memahami dengan baik cara menghitung pajak penghasilan pph 21 satu ini sejak awal, agar Anda tidak mengalami masalah di kemudian hari terkait dengan pelaporan SPT tahunan. Bagaimanapun juga, Anda tentu ingin menjadi seorang warga negara yang taat pajak, bukan?